Sabtu, 28 November 2009

Dereon Girls 7-16 Janie Sherpa Hood

Dereon Girls 7-16 Janie Sherpa Hood





List Price: $62.50
Price: $31.25 & this item ships for FREE with Super Saver Shipping. Details
You Save: $31.25 (50%)
Product Description
From the Manufacturer
LONG SLEEVE ZIP FRONT SHERPA LINED HOOD WITH WORKING POCKETS ON FRONT. SCREENPRINT AND FOIL DETAILING ALONG BOTH SLEEVES.

GET MORE INFO

Sabtu, 05 September 2009

MUTIARA RAMADHAN

Ghadhab atau marah adalah salah satu penyakit hati yang harus mendapat catatan khusus, terutama di bulan suci ini. Tidak sedikit ditemukan di masyarakat kita beberapa kasus di mana luapan kemarahan yang tidak bisa dikendalikan berujung dengan masalah baru yang lebih pelik bahkan bisa berakhir pada kematian. Karena itu tahanlah diri kita untuk tidak mudah marah atau tidak berlebihan ketikan marah.

Sifat marah memang salah satu bentuk emosi manusia yang sepenuhnya bersifat normal dan sehat. Setiap kita bisa jadi pernah marah, karena emosi manusia itu seperti laut. Suatu saat meledak, berombak, berbuih, dan bergelombang. Di saat lain, menjadi tenag, landai, dan lembut. Dan Rasulullah SAW pun pernah marah. Karenanya, mungkin sulit untuk menghindari amarah, tetapi bukanlah hal yang tidak mungkin untuk mengendalikan dan mengelola rasa marah hingga tidak meletup-letup, membuat diri frustasi, menimbulkan kebencian, meruaknya rasa dan pikiran negatif pada orang lain atau pun menimbulkan keretakan hubungan silaturrahim.

Mengendalikan marah adalah bagian dari sunnah Rasulullah SAW. Suatu hari Haritsah bin Qudamah, seorang sahabat Rasulullah, bertanya kepada Nabi, "Wahai Rasulullah ajarilah aku sebuah ungkapan yang bermanfaat bagiku, dan singkatkanlah ungkapan itu supaya aku dapat memeliharanya." Maka Rasulullah SAW bersabda, Laa Taghdhob (janganlah engkau marah)!
Kemudian Haritsah mengajukan pertanyaan itu lagi tiga kali. Kemudian dijawab dengan perkataan yang sama oleh Rasulullah, Laa taghdhob(janganlah engkau marah)! (HR.Imam Ahmad juga BUkari dan Muslim). Wallahu a'lam.

Ust.Muhammmad Arifin Ilham
Dikutip dari Kontan, 05 September 2009

MUTIARA RAMADHAN

Dalam lembar sejarah kehidupan manusia, banyak cintoh manusia yang karena tidak bisa memengang teguh amanah dan menjaga lisannya, harus berakhir dengan kenistaan bahkan kematian yang mengenaskan. Firaun yang sombong dan selalu serapah ucapannya, harus berakhir dengan terkubur di dasra lautan. Dia mengaku dirinya sebagai Tuhanm, "Ana rabbukumal a'la", Aku adalah Tuhan kalian yang Agung!". Begitu juga dengan Qarun, meras dirinya paling kaya, berakhir pula dengan tragis, dibenamkan di dasar bumi.

Karena itu benarlah pernyataan Nabi SAW, Salamatul insan fi hifzhil lisan, selamatnya manusia terletak pada penjagaan lisannya. Sejauh itulah manusia merasakan keselamatan dan ketenangannya. "Dan janganlah mengikuti apa yang kamu tidak mengetahuinya, sesungguhnya pendengaran dan penglihatan dan hati (pikiran) itu semua akan dituntut." (QS. al-Isra, 17:32). Tiada melepaskan suatu kata, melainkan ada dua malaikat Raqib dan Atid yang selalu mengawasi dan mencatat." (QS.Qaaf, 50:18). Kedua malaikat ini tidak pernah mengantuk dan juga tidak pernah tidur. Dua puluh empat jam mengawasi kita dan mencatat setiap kata-kata yang keluar dari lisan kita.

Sutau waktu Abu Musa r.a., bertanya kepada Rasulullah, "Orang Muslim yang bagaimanakah yang paling mulia? Rasulullah menjawab, "Yaitu seorang yang (dimanapun kaum muslimin) selamat dari gangguan lidah (ucapan) dan tangannya (perbuatannya). Wallahu a'alam.

Ust.Muhammad Arifin Ilham
Dikutip dari Kontan, 02 September 2009

Senin, 31 Agustus 2009

MUTIARA RAMADHAN

Oleh : Ust. Muhammad Arifin Ilham (Pimpinan Majelis Az-Zikra)
Kontan, Senin 31 Agustus 2009
Di antara keistimewaan bulan Ramadhan adalah setiap doa yang disampaikan mustajab, dijawab oleh Allah SWT.Hal ini berlaku untuk mereka yang berpuasa dan menegakkan nilai puasa. Sungguh, saat mereka yang lapar lagi kehausan mengangkat tangan, merintih dan menghiba kepada-Nya, saat itulah doa-doa dijawab.Malaikat turut mengaminkan, ‘Arasy pun bergetar.Rangkaian harapan melesat dan segera berbalik. Karena sama sekali tidak ada penghalang antara mereka dengan Sang Khalik. Beruntunglah mereka yang memperbanyak berdoa. Doa adalah permohonan atau permintaan sesuatu dari seorang hamba kepada Sang Khalik. Jika dilakukan dengan benar dan di waktu yang benar, maka tidak ada alasan bagi Allah untuk tidak mengabulkan permohonan dan pemintaan hamba-Nya itu.Kita sebagai yang diciptakan oleh-Nya, pastinya punya banyak harapan, obesesi, keinginan dan kebutuhan.
Dan ketahuilah, permintaan-Nya kepada kita adalah kita harus banyak meminta kepada-Nya. Bahkan Allah demikian senang terhadap mereka yang sering berdoa dan merengek ketika berdoa, innallaha yuhibbul mulihhiina fid du’a.
Dalam sebuah kesempatan, Nabi Muhammad SAW bersabda : “Doa merupakan silah (senjata) bagi orang yang beriman. Do’a juga adalah inti dari sebuah peribadatan.” (HR. Bukhari & Muslim). Tidak ada yang bisa mengubah takdir kecuali doa.Bergegaslah ubah takdir kita dengan memperbanyak berdoa di bulan penuh berkah ini.
Wallahu a’lam.

Kamis, 20 Agustus 2009

Janji Kampanye SBY - Boediono

Inilah janji kampanye SBY - Boediono (Kompas, 20 Agustus 2009)

Pertumbuhan Ekonomi

Mencapai 7 persen pada akhir tahun 2014

Kesejahteraan Rakyat

Kecukupan dan ketahanan pangan, kecukupan sandang, papan, peningkatan penghasilan, kualitas pendidikan, kualitas kesehatan, penciptaan lapangan kerja.

Pertanian dan Peternakan
Menstabilkan harga, menciptakan keseimbangan harga antara konsumen dan produsen, menciptakan keseimbangan bea masuk produk dari luar negeri dan harga konsumsi rakyat.

Upah Buruh
Menaikkan upah buruh, menaikkah harga panen petani, BLT dilanjutkan untuk meringankan beban rakyat.

Kebijakan Energi
Meningkatkan produksi nasional, efisiensi, perbaikan distribusi, serta pengembangan sumber energi yang terbarukan.

Anggaran Pertahanan
Peningkatan anggaran pertahanan secara bertahap. Kebutuhan minimal mencapai Rp.120 triliun, tetepi tahun 2009 baru mencapai Rp. 35 triliun.

Hak Asasi Manusia
Perlindungan terhadap perempuan dan anak-anak, melakukan politik nondiskriminasi, penegakan HAM tanpa mengganggu kepentingan dan hak orang lain.

Supremasi Hukum
Reformasi hukum, penegakan hukum yang adil, transparan, dan tidak pandang bulu serta membangun budaya hukum.

Tata Kelola Pemerintahan
Reformasi birokrasi, pengawasan, pencegahan KKN, peningkatan kemampuan pejabat.






Selasa, 18 Agustus 2009

Terorisme???

Saya merinding melihat korban-korban bom berjatuhan, terutama bom Bali tahun 2000. Mereka tidak bersalah, tapi menjadi korban orang-orang biadab. keluarga yang ditinggalkan menderita, keadaan ekonomi berpengaruh secara signifikan.

Bom terjadi lagi, lagi, dan lagi. Pelaku sudah banyak yang ditangkap, dieksekusi mati. Tapi mengapa? apa karena big boss Noordin M. Top belum juga berhasil ditangkap?

Stasiun televisi, terutama televisi berita ramai-ramai menyiarkan tayangan-tanyang ekslusifnya.
Bom dikupas habis. Mengenai bagaimana jihad dikembangkan. Melalui jamaah islamiyah, pondok pesantren, pengajian anak-anak muda, motif pelaku yang berpura-pura menjual obat-obatan herbal dan terapi bekam untuk menjaring anak-anak muda.

pertanyaan yang muncul kemudian adalah apakah sebenarnya ada atau tidak teroris itu ya?
dari mana mereka membuat bahan-bahan untuk membuat bom? mengapa demikian mudahnya untuk memperoleh itu?
ataukah teroris itu hanya buatan saja?

sekarang bayangkan, penyergapan rumah di Temanggung yang katanya ada Noordin M.Topnya seperti bukan sedang menangkap seorang teroris, tapi penggerebekan tempat pelacuran atau pembuatan narkoba tau bahkan pembuatan bakso daging tikus. Penyergapan yang ditayangkan di stasiun televisi, seperti pembuatan film saja. Ketika mau menembak, kamera dinyalakan. Sutradara bilang Cut, Action. Dan masyarakat banyak bisa menonton penyergapan ini tanpa penjagaan yang super ketat. Cara menembaknya pun aneh, tidak ada tembakan balasan. padahal di rumah itu katanya ada gembong teroris.

Semakin aneh lagi, ketika konferensi pers dari kepolisian tentang siapa sebenarnya mayat Temanggung, Noordin atau bukan? tepat dengan keputusan MK tentang gugatan pilpres.
Ternyata bukan Noordin, masyarakat dibuat menebak-nebak, ternyata Ibrahim, perencana bom J.W Marriot dan Ritz-Carlton. Noordin berhasil meloloskan diri. Hebat banget ya Noordin, bisa mengelabui polisi yang jumlahnya banyak.

Terorisme menjadi sebuah drama, teka-teki, sekaligus hiburan bagi masyarakat yang bisa menggantikan posisi sinetron, infotainment, dan acara musik yang bejibun jumlahnya di stasiun televisi.

Saya semakin bertanya-tanya, kenapa harus pas dengan keputusan MK yang menolak gugatan Mega-Prabowo dan JK-Wiranto?
Kalau misalnya saja konferensi pers ini dilakukan satu minggu setelah keputusan MK, pasti ceritanya jadi lain. Televisi lebih menyorot keputusan MK, terjadi demonstrasi terhadap MK, dll, dsb, dst. Dibanding melihat keputusan MK yang bikin masyarakat pusing, yah lebih baik melihat berita tentang terorisme yang menarik perhatian.

Melihat kasus ini, saya teringat pada bom kuningan pada 2005, setelah kenaikan BBM, kerusuhan Monas setelah kenaikan BBM 2008, sepertinya semakin menjadi teka-teki saja. Ada atau tidaknya teroris itu, kalaupun memang ada siapa ya otak di balik semua itu?
Wallahualam Bishawwab...

Sembilan Potensi Kekeliruan Yudhoyono : Komentar Tulisan Eep Saefullah Fatah

Eep Saefullah Fatah sebagai seorang warga negara menulis tentang Sembilan Potensi Kekeliruan Yudhoyono pada Kompas, 18 Agustus 2009, yaitu :
  1. mengakomodasi semua (23) partai peserta resmi koalisi penyokongnya ke dalam kabinet dan/atau pos-pos pemerintahan lainnya. Akomodasi semacam ini ditandai oleh berlebihannya jumlah dan proporsi wakil partai sambil terabaikannya kompetensi mereka.
  2. mengakomodasi berlebihan wakil lima partai utama peserta koalisi ke dalam kabinet dan pos-pos kantor eksekutif Presiden. Hal ini berpotensi membatasi kemungkinan terbentuknya kabinet yang kompeten, profesional, dan punya integritas.
  3. tergoda memperluas dukungan dalam legislatif dengan menarik masuk Partai Golkar ke barisan pendukung pemerintahan melalui Munas Partai Golkar dan/atau PDI-P melalui pertukaran kepentingan jangka pendek. Alhasil, SBY-Boediono akan tersokong oleh koalisi tambun berkekuatan di atas 70 persen kursi legislatif.
  4. menjalankan politik balas budi secara berlebihan sebagaimana terlihat sejak 2004. politik balas budi berlebihan telah terbukti meningkatkan kerepotan selama lima tahun terakhir
  5. tak bersikap tegas terhadap kasus-kasus konflik kepentingan sehingga membatasi efektivitas manajemen pemerintahan dan kebijakan. Contoh terbaik soal ini adalah berlarut-larutnya penyelesaian lumpur di Sidoarjo.
  6. mengelola pemerintahan yang terlampau hati-hati, lamban, konservatif. SBY-Boediono cenderung satu karakter, tidak saling komplementer sebagaimana SBY- Kalla. Keduanya berpotensi menjadi rem (bukan rem dan gas) dan memfasilitasi terbentuknya pemerintahan yang kurang sigap.
  7. terjerat oleh target pemeliharaan dan pembesaran postur politik Partai Demokrat dalam Pemilu 2014.
  8. memelihara sensitivitas dan percaya diri berlebihan. salah satu bukti yaitu pidato SBY yang kurang patut segera setelah meledaknya bom di Hotel JW Marriot dan Ritz-Carlton tengah Juli lalu. Lantaran kelebihan percaya diri tersebut, alih-alih memberi empati yang layak bagi korban dan mengakui kelemahan intelijen dalam mengantisipasi dan mencegah teroris, SBY banyak menghabiskan isi pidatonya untuk meminta simpati dan empati publik bagi dirinya serta (secara implisit) memberikan apresiasi kepada aparat intelejinnya.
  9. lalai mengantisipasi ancaman politik serius di pengujung pemerintahannya kelak.
Komentar :
  1. saya sebagai warga negara yang sangat mencintai Indonesia, mengamati proses politik dan demokrasi negara ini, hanya dapat prihatin dan mengelus dada melihat proses pemilu 2004 yang mengantarkan Partai Demokrat dan SBY-Boediono sebagai pemenang pemilu. Pelanggaran pemilu oleh yang menyelenggarakan hajat pemilu yaitu KPU seperti DPT yang demikian kisruhnya, Bawaslu yang tak dapat berbuat apa-apa, partai politik yang ternyata lebih senang berkuasa dibanding melaksanakan fungsinya sebagai partai politik, kisruh keputusan KPU, MA, MK. Wah, rasanya kita akan kembali lagi ke jaman Orde Baru dulu. Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, kecurangan pemilu yang masif, pemilih bisa memilih lebih dari satu kali, kartu suara yang sudah dicontreng, sisa suara yang dicontreng sendiri oleh KPPS, lantas bagaiamana nasib bangsa ini jika pemilunya berjalan demikian buruknya. Saya teringat waktu jaman saya masih duduk di bangku SD dulu, ketika pemilu berlangsung, saya melihat panitia pemilu mencoblos sendiri sebanyak-banyaknya kartu suara pada pilihan nomor 2. Kalau sekarang tidak ada bedanya, apa gunanya reformasi?
  2. Ditambah pula, seperti diungkapakan Eep, pada tulisan di atas, bahwa SBY sepertinya ingin merangkul semua partai politik ke dalam pemerintahannya termasuk partai oposan. Saya pikir tadinya, partai yang kalah mengusung capres-cawapresnya akan menjadi oposisi. PDI-P, Golkar, Hanura, Gerindra, tapi ternyata...?? Golkar sudah terbiasa menjadi partai berkuasa bukan oposisi. Pergantian ketua umum nanti pun pasti yang menang yang punya banyak uang dan disokong pemerintahan, jadi sudah pasti Golkar akan masuk pada jajaran kabinet. Lalu PDI-P??? kemesraan yang ditunjukkan Taufik Kiemas dan SBY bahkan Kiemas sendiri memuji pidato kenegaraan SBY yang katanya optimis. Padahal, masyarakat masih ingat betul, pernyataan Kiemas tentang SBY yang "Jendral kok kayak anak kecil", dalam wawancara Andy Noya dengan Megawati dalam Kick Andy, Taufik Kiemas sendiri menyatakan tidak pernah menyesal mengatakan itu. Tapi, sekarang, pledoi tentang politik semakin benar adanya, bahwa tidak ada kawan dan musuh yang abadi. yang ada hanyalah kepentingan yang abadi. Demokrasi tanpa oposisi, ibarata udara tanpa air. Jadi, apa jadinya demokrasi kita, tidak ada check and balance.
  3. Presiden yang paling banyak melakukan curhat kepada rakyat sudah pasti SBY. mulai dari perseteruan dengan Amien Rais, curhat tentang lawan-lawan politiknya yang katanya galak, sampai yang terakhir curhat tentang terorisme yang katanya mengancam Presiden sehingga perlu diberikan pengaman berlapis. Bukankan sebagai presiden, seharusnya lebih banyak mendengarkan curhat rakyat, bukan sebaliknya?
  4. Terakhir, sama halnya dengan Eep, bahwa saya hanyalah warga negara biasa yang ingin negara ini maju. tidak lagi mundur ke belakang. Jadi, selamat bekerja SBY - Boediono. Buatlah negara ini seprti yang bapak-bapak janjikan seperti waktu kampanye.