Ghadhab atau marah adalah salah satu penyakit hati yang harus mendapat catatan khusus, terutama di bulan suci ini. Tidak sedikit ditemukan di masyarakat kita beberapa kasus di mana luapan kemarahan yang tidak bisa dikendalikan berujung dengan masalah baru yang lebih pelik bahkan bisa berakhir pada kematian. Karena itu tahanlah diri kita untuk tidak mudah marah atau tidak berlebihan ketikan marah.
Sifat marah memang salah satu bentuk emosi manusia yang sepenuhnya bersifat normal dan sehat. Setiap kita bisa jadi pernah marah, karena emosi manusia itu seperti laut. Suatu saat meledak, berombak, berbuih, dan bergelombang. Di saat lain, menjadi tenag, landai, dan lembut. Dan Rasulullah SAW pun pernah marah. Karenanya, mungkin sulit untuk menghindari amarah, tetapi bukanlah hal yang tidak mungkin untuk mengendalikan dan mengelola rasa marah hingga tidak meletup-letup, membuat diri frustasi, menimbulkan kebencian, meruaknya rasa dan pikiran negatif pada orang lain atau pun menimbulkan keretakan hubungan silaturrahim.
Mengendalikan marah adalah bagian dari sunnah Rasulullah SAW. Suatu hari Haritsah bin Qudamah, seorang sahabat Rasulullah, bertanya kepada Nabi, "Wahai Rasulullah ajarilah aku sebuah ungkapan yang bermanfaat bagiku, dan singkatkanlah ungkapan itu supaya aku dapat memeliharanya." Maka Rasulullah SAW bersabda, Laa Taghdhob (janganlah engkau marah)!
Kemudian Haritsah mengajukan pertanyaan itu lagi tiga kali. Kemudian dijawab dengan perkataan yang sama oleh Rasulullah, Laa taghdhob(janganlah engkau marah)! (HR.Imam Ahmad juga BUkari dan Muslim). Wallahu a'lam.
Ust.Muhammmad Arifin Ilham
Dikutip dari Kontan, 05 September 2009
Sabtu, 05 September 2009
MUTIARA RAMADHAN
Dalam lembar sejarah kehidupan manusia, banyak cintoh manusia yang karena tidak bisa memengang teguh amanah dan menjaga lisannya, harus berakhir dengan kenistaan bahkan kematian yang mengenaskan. Firaun yang sombong dan selalu serapah ucapannya, harus berakhir dengan terkubur di dasra lautan. Dia mengaku dirinya sebagai Tuhanm, "Ana rabbukumal a'la", Aku adalah Tuhan kalian yang Agung!". Begitu juga dengan Qarun, meras dirinya paling kaya, berakhir pula dengan tragis, dibenamkan di dasar bumi.
Karena itu benarlah pernyataan Nabi SAW, Salamatul insan fi hifzhil lisan, selamatnya manusia terletak pada penjagaan lisannya. Sejauh itulah manusia merasakan keselamatan dan ketenangannya. "Dan janganlah mengikuti apa yang kamu tidak mengetahuinya, sesungguhnya pendengaran dan penglihatan dan hati (pikiran) itu semua akan dituntut." (QS. al-Isra, 17:32). Tiada melepaskan suatu kata, melainkan ada dua malaikat Raqib dan Atid yang selalu mengawasi dan mencatat." (QS.Qaaf, 50:18). Kedua malaikat ini tidak pernah mengantuk dan juga tidak pernah tidur. Dua puluh empat jam mengawasi kita dan mencatat setiap kata-kata yang keluar dari lisan kita.
Sutau waktu Abu Musa r.a., bertanya kepada Rasulullah, "Orang Muslim yang bagaimanakah yang paling mulia? Rasulullah menjawab, "Yaitu seorang yang (dimanapun kaum muslimin) selamat dari gangguan lidah (ucapan) dan tangannya (perbuatannya). Wallahu a'alam.
Ust.Muhammad Arifin Ilham
Dikutip dari Kontan, 02 September 2009
Karena itu benarlah pernyataan Nabi SAW, Salamatul insan fi hifzhil lisan, selamatnya manusia terletak pada penjagaan lisannya. Sejauh itulah manusia merasakan keselamatan dan ketenangannya. "Dan janganlah mengikuti apa yang kamu tidak mengetahuinya, sesungguhnya pendengaran dan penglihatan dan hati (pikiran) itu semua akan dituntut." (QS. al-Isra, 17:32). Tiada melepaskan suatu kata, melainkan ada dua malaikat Raqib dan Atid yang selalu mengawasi dan mencatat." (QS.Qaaf, 50:18). Kedua malaikat ini tidak pernah mengantuk dan juga tidak pernah tidur. Dua puluh empat jam mengawasi kita dan mencatat setiap kata-kata yang keluar dari lisan kita.
Sutau waktu Abu Musa r.a., bertanya kepada Rasulullah, "Orang Muslim yang bagaimanakah yang paling mulia? Rasulullah menjawab, "Yaitu seorang yang (dimanapun kaum muslimin) selamat dari gangguan lidah (ucapan) dan tangannya (perbuatannya). Wallahu a'alam.
Ust.Muhammad Arifin Ilham
Dikutip dari Kontan, 02 September 2009
Langganan:
Postingan (Atom)